Blow Molding Process
Makalah Pengetahuan Bahan
Blow Molding Process
Pembimbing : Bambang Sukarno
Putra, S.TP.,M.Si.
Disusun oleh :
Sry Afrita
Fitia
1705106010018
Qurratul
Zulmi 1705106010019
Evi
Nabila 1705106010020
Ulfa
Hardiyanti
1705106010023
Nadiatul
Hikmah 1705106010026
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2018
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya
milik Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berkat limpahan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Blow Molding Process”. Penyusunan
makalah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah pengetahuan bahan yang di
bimbing oleh Bapak Bambang Sukarno Putra, S.TP.,M.Si.
Dalam proses
penyusunannya tak lepas dari bantuan dan arahan dari berbagai pihak. Untuk itu
kami ucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam membuat makalah ini. Meski
demikian, kami menyadari masih banyak sekali kekurangan dan kekeliruan di dalam
penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa, maupun isi.
Sehingga kami secara terbuka menerima segala kritik dan saran positif dari
pembaca.
Demikian apa yang
dapat kami sampaikan. Semoga makalah ini dapat berguna bermanfaat untuk para
pembaca dan untuk kami sendiri khususnya.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Blow molding merupakan suatu metode
mencetak benda kerja berongga dengan cara meniupkan atau menghembuskan udara
kedalam material/bahan yang menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan
mold yang tidak menggunakan inti (core)
sebagai pembentuk rongga tersebut.
Pada dasarnya blow molding adalah
pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.(wikipedia.org).
Proses ini diawali dengan pembuatan parison
dan dimasukkan ke mesin cetak tiup, kemudian udara ditiup masuk melalui
lubang penampang pipa, karena desakan udara maka gumpalan tadi akan
menyesuaikan dengan bentuk cetakan dan dibiarkan sampai menjadi padat.
Material plastik akan keluar secara
perlahan secara perlahan akan turun dari sebuah Extruder Head kemudian setelah cukup panjang kedua belahan akan
mold akan di jepit dan menyatu sedangkan begiah bawahnya akan dimasuki sebuah
alat peniup (blow Pin) yang
menghembuskan udara ke dalam pipa plastik yang masih lunak, sehingga plastik
tersebut akan mengembang dan membentuk seperti bentuk rongga mould-nya.
Material yang sudah terbentuk akan mengeras dan bisa dikeluarkan dari mold hal
ini karena Mold dilengkapi
dengan saluran pendingin didalam kedua belahan mold. Untuk memperlancar proses peniupan proses ini dilengkapi
dengan pisau pemotong pipa plastik yang baru keluar dari extruder head.
BAB
II
ISI
1. Proses Pengisian butiran Plastik dari Hopper kedalam Heater. Oleh motor Srew berputar sambil menarik butiran plastik mengisi ruang Heater.
2. Proses pemanasan
butiran plastik kedalam heater.
Setelah butiran plastik meleleh dan membentuk seperti pasta maka plastik
diinjeksikan kedalam mold.
3. Proses peniupan
udara. Saat plastik menempel pada dinding mold seperti pada tahap ke II maka
udara dengan tekanan tertentu ditiupkan kedalam mold.
4. Proses pengeluaran
produk. Produk dikeluarkan setelah produk dingin. dengan cara salah satu cavity
plate membuka.
Metode Compression molding (Thermoforming)
Compression molding (Thermoforming) merupakan metode mold plastik dimana material plastik (compound plastic) diletakan kedalam mold yang dipanaskan kemudian setelah material tersebut menjadi lunak dan bersifat plastis, maka bagian atas dari die atau mould akan bergerak turun menekan material menjadi bentuk yang diinginkan. Apabila panas dan tekanan yang ada diteruskan, maka akan menghasilkan reaksi kimia yang bisa mengeraskan material thermoseting tersebut.
Material Thermosetting diletakan kedalam mold yang bersuhu antara 300
derajat Franheit hingga 359 derajat Franheit dan tekanan mold berkisar antara
155 bar hingga 600 bar.
Proses compression molding dapat dibedakan atas empat macam yaitu :
1. Flash type Mold - jenis ini bentuknya sederhana, murah, saat mold menutup maka material sisa yang kemudian meluap akan membentuk lapisan parting line/plain (land B), dan karena tipisnya akan segera mengeras/beku sehingga menghindari meluapnya material lebih banyak. Jadi biasanya mold akan di isi material sepenuhnya sampai luapan yang terjadi sebanyak yang diijinkan.
2. Positive mould - jenis ini terdiri dari dari suatu rongga (cavity) yang dalam dengan sebuah plunger yang mengkompresikan/memadatkan material kompoud pada bagian bawah mold pemberian material disesuaikan dengan kapasitasnya baik dengan cara menimbang sehingga menghasilkan produk yang baik dan seragam.
3. Landed Positive Mold - mirip dengan tipe diatas ,akan tetapi tinggi bidang batas dibatasi.bagian “land” bekerja menahan tekanan (bukan bagian Produknya). Karena ketebalan material terkontrol dengan baik, maka kepadatan benda kerja tergantung dari posisi pengisian yang diberikan.
4. Semi positive mold - merupakan
kombinasi antara flash type dan landed positive mold.
Metode Extrusion molding
Extrusion molding mempunyai kemiripan dengan injection molding, hanya pada extrusion molding ini material yang akan dibentuk akan berupa bentukan profil tertentu yang panjang. Pada prinsipnya juga ada bagian mesin yang berfungsi mengubah material plastik menjadi bentuk lunak (semifluida) seperti pasta dengan cara memanaskannya dalam sebuah silinder, dan memaksanya keluar dengan tekanan melalui sebuah forming die (extruder head or hole), yaitu suatu lubang dengan bentuk profill tertentu itu akan keluar dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didingikan, sehingga profil yang terbentuk akan mengeras, dan setelah mencapai panjang tertentu akan dipotong dengan pemotong yang melengkapi mesin extrusi tersebut. Berikut ini contoh proses Extrusion molding.
1. Butiran kecil material plastik oleh gerakan srew dimasukkan kedalam silinder heater dipanaskan untuk diubah menjadi material kental seperti pasta.
2. Didalam silinder Heater atau pemanas, butiran
plastik berubah menjadi cair, lalu dengan tekanan tertentu dimasukkan melalui
sebuah forming die (extruder head
atau hole), yaitu suatu lubang
dengan bentuk profill.
3. Produk ditarik atau
dikeluarkan dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil
didingikan, sehingga profil yang terbentuk akan mengeras.
Berikut
ini contoh produk-produk yang dihasilkan dengan extrution molding.
Bentuk extruder head (forming) ini bisa bermacam-macam,
sesuai dengan keinginan kita dan bisa dipasang dan diganti-ganti karena
dilengkapi dengan holder. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari bahan baja
pilihan yang dikeraskan, yang mampu menahan panas dan gesekan dari material
yang diproses.pendinginan benda kerja dilakukan dengan menyemprotkan udara pada
profil yang berjalan, sehingga bisa merata keseluruh bagian/panjang profil yang
dihasilkan.
Metode Transfer molding
Transfer molding merupakan proses pembentukan suatu benda kedalam sebuah mold (yang tertutup) dari material thermosetting, yang disiapkan kedalam reservoir dan memaksanya masuk melalui runner/kanal kedalam cavity dengan menggunakan panas dan tekanan.Pada proses transfer molding dibutuhkan toleransi yang kecil pada semua bagian mold, sehingga sangat perlu dalam pembuatan mold, dikonsultasikan secara baik dengan product designer, mold designer dan molder/operator untuk menentukan toleransi.
Proses transfer moulding terdiri atas dua
type yaitu: sprue Type dan plunger tipe. Jenis plunger memerlukan tekanan yang lebih
kecil dibandingkan dengan tipe sprue.
Metode Injection
molding
Proses injection molding merupakan proses pembentukan benda kerja dari material compound berbentuk butiran yang ditempatkan kedalam suatu hopper/torong dan masuk kedalam silinder injeksi yang kemudian didorong melalui nozel dan sprue bushing kedalam rongga (cavity) dari mold yang sudah tertutup. Setelah beberapa saat didinginkan, mold akan dibuka dan benda jadi akan dikeluarkan dengan ejector. Material yang sangat sesuai adalah material thermoplastik dan karena pemanasan material ini akan melunak dan sebaliknya akan mengeras lagi bila didinginkan. Perubahan–perubahan ini hanya bersifat fisik, jadi bukan perubahan kimiawi sehingga memungkinkan untuk mendaur ulang material sesuai dengan kebutuhan.
Material plastik yang dipindahkan dri
silinder pemanas biasanya suhunya berkisar antara 177 derajat Celcius hingga
274 derajat Celcius. Semakin panas suhunya, plastik/material itu akan semakin
encer (rendah viskositasnya) sehingga semakin mudah diinjeksi,disemprotkan
kedalam mold. Setiap material memiliki karakter suhu molding. Semakin lunak
formulasinya, yang berarti kandungan plastis tinggi, membutuhkan temperatur
rendah, sebaliknya yang memiliki formulasi lebih keras butuh temperatur tinggi.
Bentuk-bentuk partikel yang sulit, besar dan jumlah cavity yang banyak serta runner yang panjang menyebabkan
tuntutan temperatur yang tinggi atau naik.
Proses kerja mold injeksi berkisar antara 35 detik yang terdiri atas beberapa tahap seperti kedua gambar dibawah ini :
Untuk mempercepat proses
pengerasan/pembekuan material yang telah di Injeksi ke dalam cavity maka mold
selalu didinginkan sehingga produk cepat dikeluarkan dari mold tanpa
rusak/cacat, dengan demikian berarti memperpendek cycle time-nya. Hal ini
dikerjakan dengan mengalirkan cooling yang mengelilingi cavity dalam mold plate
dengan suhu cooling antara 30 derajat hingga 70 derajat. Untuk
pekerjaan-pekerjaan khusus kadang-kadang juga diperlukan perlakuan panas mold
plate (menjaganya pada suhu tertentu) sampai dengan 170 derajat Celcius.
Pembuatan mold injeksi membutuhkan tooling cost atau biaya peralatan yang tinggi namun memiliki “cylce time” atau waktu produksi yang lebih cepat dibandingkan dengan proses yang lainnya. Dengan pertimbangan waktu produksi yang cepat maka biaya tiap bagiannya akan menjadi lebih murah apalagi jika berjalan secara otomatis.
Pembuatan mold injeksi membutuhkan tooling cost atau biaya peralatan yang tinggi namun memiliki “cylce time” atau waktu produksi yang lebih cepat dibandingkan dengan proses yang lainnya. Dengan pertimbangan waktu produksi yang cepat maka biaya tiap bagiannya akan menjadi lebih murah apalagi jika berjalan secara otomatis.
Berdasarkan jumlah pelatnya umumnya mold
injeksi dibagi atas dua type yakni tipe two plate and three plate mold seperti
pada gambar dibawah ini:
Berdasarkan jenis
runner mold injeksi dapat dibedakan atas beberapa tipe antara lain:
1. Mold konvensional dengan runner dingin (cold runner)
2. Mould dengan runner yang terisolasi
Keuntungan tipe ini adalah temperatur cairan yang masuk stabil, tidak memerlukan kepressian yang tinggi tentang keseimbangan runner. Namun jenis ini memerlukan biaya produksi dan perawatan yang tinggi serta desain dan pengoperasiannya yang rumit.
3. Mold hot runner
Keutungan jenis mould ini adalah waktu pemanasan awal berkurang dan cocok untuk cavity yang besar dan jumlah banyak. Namun tipe ini membutuhkan desain dan produksi yang rumit sehingga biayanya juga tinggi.
Pada pembahasan
mengenai mould injeksi ini penulis akan batasi pada jenis cold runner two plate khususnya pada
pembuatan mold tangki radiator.
Selain terdiri atas
beberapa jenis runner injeksi mold juga terdiri dari berbagai tipe gate, sprue dan ejector.
Beberapa tipe atau jenis gate yang biasanya digunakan dalam injection mold antara lain :
1. Manually Trimmed
a. Fan Gate
b. Sprue Gate
c. Direct Of Pin Gate
d. Tab Gate
e. Edge Gate
2. Automatically Trimmed
a. Pinpoint Tab Gate
b. Submarine or Tunnel Gate
Keterangan
1. Manually Trimmed
a. Fan or flash type gate - cocok untuk benda kerja yang tipis, rata tetapi besar atau lebar. Sering disebut juga sebagai band gate (film gate).
b.
Sprue gate - Metode paling tua
dan paling sederhana, dimana material disemprotkan langsung melaluoi sprue
tanpa melalui runner. Metode
ini Biasannya digunakan untuk pada mold
satu cavity.
c.
Ring type gate - sesuai untuk
benda-benda kerja yang berbentuk silindris dan berlubang, karena bentuk runner
dan gate-nya mengelilingi core, dan masuk ke dalam cavity secara bersama.
d.
Disk atau Diagram gate -
digunakan untuk benda kerja yang berbentuk annular dan rata. Bagian sprue-nmya langsung ke bentuk disk
atau piringan dan material mengalir dari pusat ke segala arah menuju cavity untuk menghindari pengelasan.
Jadi metupakan kebalikan dari sistem ring gate yang memasukkan material dari
pinggir lingkaran menuju benda kerja. Pekerjaan finishing tinggal memotong
bentuk disk-nya yang membentuk gate.
e.
Tab gate (flash and Square) -
Gate kecil antara dinding dan ujung runner yang berbentuk bulat penuh itu akan
menaikkan suhu atau temperatur dari material, dan menyebabkan plastik panas itu
mudah masuk ke dalam cavity. Biasanya menghasilkan bentuk yang bagus,
mengurangi “sink mark” (kerutan
akibat ketebalan material yang tidak sama), sehingga juga memperbaiki
stabilitas ukuran benda kerja.
2. Automatically Trimmed
a.
Pin point gate - cocok untuk
material polystyrene. Bentuk runner-nya adalah bulat dan ujungnya berbentuk
bola dan diteruskan oleh gate tersebut masuk ke dalam cavity.
b.
Tunnel (sub marine gate) -
bentuknya menyerupai terowongan kerucut dari runner ke dalam cavity. Tujuannya
adalah untuk memisahkan produk terhadap runner secara otomatis pada saat produk
didorong keluar, sehingga sangat mengurangi (waktu) pekerjaan finishing. Untuk
itu perlu dicermati konstruksi dan ukuran dari runner, gate, dan sudut
kemiringannya.
Bentuk-bentuk lain ejector terdiri atas beberapa tipe
antara lain :
1. Sleeve Ejector
Sleeve Ejector digunakan untuk benda
yang sirkular (silindris dan berlubang ditengahnya dan mempunyai ketebalan
benda yang tipis. Inti atau core
itu sendiri dipasang pada ejector
plate. Ejector tersebut
melingkari core pin dan
menyentak produk diseluruh sudut.
2. Blade Ejector
Blade ejector
atau pisau digunakan untuk mengeluarkan produk yang mempunyai ribb atau
penguat yang tipis dan panjang.
3. Stripper Plate
Stripper
plate atau pelat peyentak digunakan untuk mengeluarkan produk yang core-nya berbentuk taper dengan menggunakan
pelat secara akurat disekeliling core.
Stripper plate ini merupakan
solusi yang mahal karena dibutuhkan ketepatan ukuran sehingga tidak mudah
terjadi flashing (jebret).
Keuntungan dari tipe ini yakni bekas ejector tidak nampak.
4. Disk Ejector
Disk ejector
digunakan untuk mengeluarkan produk yang besar, sirkular dan tipis. Bentuk sprue yang umum digunakan dalam
injection molding adalah seperti pada gambar dibawah ini :
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang
dapat disampaikan yaitu Blow molding merupakan suatu metode mencetak benda
kerja berongga dengan cara meniupkan atau menghembuskan udara kedalam
material/bahan yang menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan mold yang
tidak menggunakan inti (core)
sebagai pembentuk rongga tersebut.Pada dasarnya blow molding adalah
pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.(wikipedia.org).
Proses ini diawali dengan pembuatan parison
dan dimasukkan ke mesin cetak tiup, kemudian udara ditiup masuk melalui
lubang penampang pipa, karena desakan udara maka gumpalan tadi akan
menyesuaikan dengan bentuk cetakan dan dibiarkan sampai menjadi padat.Terdapat
beberapa metode atau proses pada blow molding. Bentuk-bentuk lain ejector terdiri atas beberapa tipe
antara lain sleeve ejector, blade
ejector, stripper ejector, dan disk ejector.
Adapun saran yang dapat
disampaikan adalah jangan membuang plastic disembarang tempat, dan jangan mengunakan
plastic untuk membukus atau menaruh makan panas kedalam plastik karena senyawa plastic dapat berpindah
ke makan tersebut. Plastic juga bahan yang membutuhkan waktu lama terurainya
maka dari tu buanglah sampah plastic pada tempat yang disesuaikan agar tidak
menyebabkan pencemaran lingkungan dan banjir.


























Komentar
Posting Komentar