Industri Keramik
Makalah
Pengetahuan Bahan
INDUSTRI KERAMIK
Pembimbing
: Bambang Sukarno Putra, S.TP.,M.Si.
Disusun
oleh :
Sry
Afrita
Fitia
1705106010018
Qurratul
Zulmi 1705106010019
Evi
Nabila 1705106010020
Ulfa
Hardiyanti
1705106010023
Nadiatul
Hikmah 1705106010026
JURUSAN
TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
2018
KATA PENGANTAR
Segala
puji hanya milik Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berkat limpahan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Industri Keramik”.
Penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah pengetahuan
bahan yang di bimbing oleh Bapak Bambang Sukarno Putra, S.TP.,M.Si.
Dalam
proses penyusunannya tak lepas dari bantuan dan arahan dari berbagai pihak.
Untuk itu kami ucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam membuat makalah
ini. Meski demikian, kami menyadari masih banyak sekali kekurangan dan
kekeliruan di dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata
bahasa, maupun isi. Sehingga kami secara terbuka menerima segala kritik dan saran
positif dari pembaca.
Demikian
apa yang dapat kami sampaikan. Semoga makalah ini dapat berguna bermanfaat
untuk para pembaca dan untuk kami sendiri khususnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemakaian
benda-benda keramik sudah dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu. Hasil
penggalian barang kuno di Mesir, terdapat keramik yang dibuat 5000 tahun
sebelum Masehi, dan penggunaan bata merah sudah sejak 3000 tahun sebelum
Masehi. Perkembangan keramik di Eropa dimulai pada masa kejayaan Romawi Yunanai,
dan mulai berkembang pesat pada abad 18. Keramik yang terkenal berasal dari
Tiongkok sejak 2600 tahun sebelum Masehi.
Perkembangan
teknologi material keramik pada saat ini telah diarahkan kepada spesifikasi
kegunaannya dalam berbagai kebutuhan, antara lain : kebutuhan rumah tangga,
industri mekanik, elektronika, teknologi ruang angkasa, keramik berpori , dan
lain sebagainya.
Industri
keramik telah bermula dalam tahun 4500 sebelum Masehi yang di usahakan oleh
penduduk di perkampungan neolitik di dalam daerah Shanxi di negeri China.
Industri keramik pada masa itu hanya tertumpu pada penghasilan
tembikar.Tembikar tertua di temui di England, dapat di kesan kembali pada
pertama tahun masehi dan penaklukan Roma. Antara masa itu dan 1500 tahun
Masehi, perkembangan yang paling penting adalah porselin yang dapat memantulkan
cahaya. Aktiviti di England bermula dengan tembikar eistercian pada awal abad
ke enam belas. Abad ketujuh belas mulai nampak permulaan industri tembikar
Inggris melalui Tofst bersaudara yang membuat tembikar slip di Staffordshire.
Dalam abad ke delapan belas menampakkan bibit perkembangan yang telah
menjadikan industri tembikar sebagaimana yang terdapat pada hari ini.
Dalam
tempoh selepas perang dunia kedua, industri keramik tertumpu kepada produksi
yang boleh memberikan ciri-ciri yang istimewa serta Modern. Ia dihasilkan
daripada bahan mentah alami atau sintetis atau campuran yang melibatkan metode
berteknologi modern. Keramik jenis ini digolongkan kepada keramik Modern atau
advance keramik.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah yang
dimaksud dengan keramik ?
Apa saja
komposisi keramik ?
Bagaimana sifat
dari bahan keramik?
Apa saja
jenis-jenis bahan keramik ?
Klasifikasi
keramik Tradisional ?
Bagaimana metoda
uji bahan keramik ?
Apa saja
kegunaan dan manfaat dari keramik ?
1.3 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui
definisi dari keramik ?
Untuk mengetahui
komposisi dari bahan keramik ?
Untuk mengetahui
sifat dari bahan keramik?
Untuk mengetahui
jenis-jenis bahan keramik ?
Untuk mengetahui
klasifikasi keramik ?
Untuk mengetahui
metoda uji bahan keramik ?
Untuk mengetahui
kegunaan dan manfaat dari keramik ?
BAB II
LANDASAN TEORI
Kamus
dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisi- kan keramik sebagai suatu hasil
seni dan teknologi untuk dapat menghasilkan barang dari tanah liat yang
dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin dan sebagainya. Tetapi saat ini
tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik
terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf,
1998:2).
Umumnya
senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan
elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay,
kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal,
komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga
tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum
strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas.
Kurangnya
beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara
kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang
jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik
secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keramik
Keramik
pada awalnya berasal dari bahasa Yunani,keramikos, yang artinya suatu bentuk
dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. mendefinisikan
keramik sebagai suatu hasil karya seni dan teknologi untuk menghasilkan barang
dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, porselin, dan
sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat.
Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik
yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998;2)
2.2 Komposisi Keramik
Komposisi
keramik pada umumnya terdiri dari 4 : Tanah Liat (clay), Kwarsa (flint),
feldsfar, dan serbuk kaca (cullet).
2.2.1 Clay/tanah liat mengandung hidrated
aluminum silica (Al2O3.2SiO2.2H2O)
Tanah
liat sebagai bahan pokok untuk pembuatan keramik, merupakan salah satu bahan
yang kegunaannya sangat menguntungkan bagi manusia karena bahannya yang mudah
didapat dan pemakaian hasilnya yang sangat luas. Kira-kira 70% atau 80% dari
kulit bumi terdiri dari batuan merupakan sumber tanah liat. Tanah liat banyak
ditemukan di areal pertanian terutama persawahan. Dilihat dari sudut ilmu
kimia, tanah liat termasuk hidrosilikat alumina dan dalam keadaan
murni mempunyai rumus: Al2O3.2SiO2.2H2O dengan perbandingan berat dari
unsur-unsurnya: Oksida Silinium (SiO2) 47%, Oksida Aluminium (Al2O3)
39%, dan Air (H2O) 14% (Gatot, 2003 dalam Abdullah, 2005).
Bentuknya
seperti lempengan kecil-kecil hampir berbentuk segi enam dengan permukaan yang
datar. Bentuk kristal; seperti ini menyebabkan tanah liat bila dicampur dengan
air mempunyai sifat liat (plastis), mudah dibentuk karena kristal-kristal ini
meluncur di atas satu dengan yang lain denga air sebagai pelumasnya (Astuti,
1997 dalam Trisnawanti, 2008).
Tanah
liat memiliki sifat-sifat yang khas yaitu bila dalam keadaan basah
mempunyai sifat plastis tetapi bila dalam keadaan kering akan menjadi keras,
sedangkan bila dibakar akan menjadi padat dan kuat. Pada umumnya, masyarakat
memanfaatkan tanah liat (lempung) sebagai bahan baku pembuatan bata dan
gerabah.
Dari
penjelasan mengenai tanah liat diatas, dapat disimpulkan :
1.
Fungsi tanah
liat : mempermudah proses pembentukan keramik
2.
Sifat
dan keadaan bahan : berbutir kasar dalam keadaan
basah mempunyai sifat plastis tetapi bila dalam keadaan kering akan
menjadi keras.
2.2.2 Kwarsa (flint), Kwarsa merupakan bentuk lain
dari batuan silica (SiO2)
Tujuan
pemakaian kwarsa ini ialah: Mengurangi susut kering, jadi mengurangi
retak-retak dalam pengeringan. Mengurangi susut waktu dibakar dan mempertinggi
kwalita Merupakan rangka selama pembakaran.
*Sifat-sifat
dan keadaan bahan :
Memiki
ukuran partikel yang halus. Sifat plastis yang tinggi, memiliki kekuatan kering
yang tinggi penyusutan pada saat pengeringan dan pembakaran tinggi.
2.2.3 Feldspar
Feldspar
adalah suatu kelompok mineral yang berasal dari batu karang yang ditumbuk dan
dapat memberikan sampai 25 % flux (pelebur) pada badan keramik. Bila keramik
dibakar, feldspar akan meleleh (melebur) dan membentuk leburan gelas yang
menyebabkan partikel tanah dan bahan lainnya melekat satu sama lain. Pada saat
membeku, bahan ini memberikan kekuatan pada badan keramik. Feldspar tidak larut
dalam air, mengandung alumina, silika dan flux yang digunakan
untuk membuat gelasir suhu tinggi.
Rumus
kimia feldspar secara umum adalah XAl(Al,Si)Si2O8 dengan X adalah
potassium, sodium, kalsium atau barium. Secara khusus rumus kimia feldspar
dapat dilihat pada Tabel 1.
Jenis Feldspar
|
Rumus Kimia
|
Albite
|
Na(Si,Al)O
|
Anorthite
|
Ca(Si,Al)O
|
Orthoclase
|
K(Si,Al)O
|
Celsian
|
Ba(Si,Al)O
|
2.3 Kegunaan Keramik Dalam Bidang Industri
Selain digunakan sebagai
barang-barang seni atau properti, keramik juga dapat digunakan dalam bidang
industri. Beberapa contoh penggunaan keramik dalam bidang industri yaitu:
1. Peralatan
yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong,
pembentuk dan penghancur logam.
2. Keramik tipe
zirconias, silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada
rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine.
3. Keramik
sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). Keramik sebagai semikonduktor
adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Sebagai superkonduktor
adalah senyawa berbasis tembaga oksida.
4. Keramik
dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada
pesawat ulang-alik dan satelit.
5. Keramik
Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia.
Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh.
6.
Butiran
uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6).
7.
Keramik
berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan.
8.
Keramik
juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi. Keramik yang
digunakan adalah jenis enamel. Peralatan rumah tangga yang menggunakan
pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas, kompor gas, mesin cuci, mesin
pengering.
2.3 Sifat-Sifat Keramik
Sifat
keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral
bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan
geologi di mana bahan diperoleh. sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik
pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita
lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi,
gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik
bandingkan dengan piring dari logam, pasti keramik mudah pecah, walaupun sifat
ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil
sintering, dan campuran sintering antara keramik dengan logam.
Sifat
lainya adalah tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik tradisional yang
terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik
engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C.
kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat
penelitian tentang keramik terus berkembang. Secara umum sifat keramik
meliputi:
1. Keras,
kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah.
2. Tahan
terhadap korosi.
3. Kapasitas
panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah.
4. Sifat
listriknya dapat menjadi isolator, semikonduktor, konduktor.
5.
Dapat bersifat magnetik dan non magnetik.
2.4 Jenis-jenis Keramik
Pada prinsipnya
keramik terbagi menjadi :
2.4.1 Keramik tradisional
Keramik
tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti
kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah
(dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri
(refractory).
2.5 Klasifikasi keramik Tradisional
Ø Non
logam
Dikatakana
non logam karena kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu
lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain daripada melepaskannya.
2.6 Nilai uji kekuatan bahan keramik
1.
Kekuatan
tekannya yaitu 29.75 Mpa.
2.
Kekuatan
tariknya yaitu 63.8 Mpa.
3.
Nilai
densitasnya yaitu 4.32 g/cm3
4.
Nilai
porositasnya yaitu 5.20 %.
2.7 Kegunaan Keramik Tadisional
Hampir
sebagian besar orang telah menggunakan produk-produk yang terbuat dari keramik,
entah itu untuk kebutuhan rumah tangga seperti mangkok, piring,
cangkir,teko,tempayan dll. Atau keramik yang digunakan untuk bahan bangunan,
seperti batu-bata,genteng keramik, tegel keramik , pipa-pipa keramik untuk
pembuangan. Ada juga keramik yang digunakan untuk keperluan keperluan khusus
dan dibuat secara khusus pula misalnya keramik isolator yang digunakan untuk
kebutuhan industri perlistrikkan.
Dengan
berkembangnya teknologi masa kini bahkan keramik telah digunakan didalam
berbagai keperluan bidang science seperti bidang kedokteran yang dikenal dengan
bio ceramics, misalnya beberapa organ tubuh manusia yang rusak ternyata dapat
digantikan dengan bahan keramik seperti tulang dan gigi.Keramik juga banyak
digunakan di dalam dunia elektronik. Ternyata banyak bagian dari dari produk
elektronik yang dibuat dari bahan keramik .
Bahan
keramik juga digunakan dibidang teknologi nuklir. Hal ini disebabkan karena
bahan keramik, selain tahan terhadap suhu yang sangat tinggi, juga sekaligus
penghantar panas yang sangat buruk . Bahkan bahan keramik merupakan bahan satu
satunya yang tahan terhadap radiasi nuklir,sehingga reactor nuklir
dimanapun menggunakan bahan keramik sebagai pelindung, agar radiasi tidak
menyebar kemana-mana karena sangat membahayakan.
Berikut
ini sentra industri keramik :
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keramik
merupakan suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran
yang pada umumnya terbuat dari tanah liat, kwarsa, feldsfar, dan serbuk kaca.
Sifat keramik ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral
bawaannya yang secara umum meiliki sifat :
1.
Keras, kuat, tetapi
bersifat getas atau mudah pecah.
2.
Tahan terhadap korosi.
3.
Kapasitas panas yang
baik dan konduktivitas panas yang rendah.
4.
Sifat listriknya dapat
menjadi isolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor.
5.
Dapat bersifat magnetik
dan non magnetik.
6.
Keramik biasanya
digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mangkok, piring,
cangkir,teko,tempayan dll. Atau keramik yang digunakan untuk bahan bangunan,
seperti batu-bata,genteng keramik, tegel keramik , pipa-pipa keramik untuk
pembuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Aninom. 2013.
”Keramik”. http://id.wikipedia.org/wiki/Keramik
[20 Oktober 2013].
Eko.2013. “Kliping Seni Rupa Terapan Keramik”. http://www.slideshare.net/eko123/kliping-seni-rupa-terapan-keramik [20 Oktober 2013]
Sergio.2011.”Proses Pembuatan Produk Keramik”. http://www.ilmusipil.com/proses-pembuatan-produk-keramik [26 November2013].




Komentar
Posting Komentar